zakiKasus Mega Violetta Banga (26) ibu hamil yang menjadi korban pemukulan oleh legislator DPRD, Chalik Suang, mengundang perhatian sejumlah kalangan. Beberapa lembaga dan asosiasi kemasyarakatan, bahkan membentuk Komisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KA-KTP). Komisi ini untuk memberikan dukungan penuh terhadap Mega, yang kini berbalik menjadi terlapor tindak penganiayaan terhadap Chalik Suang.
   
Bukan hanya itu, semua lembaga itu bahkan siap mengawal kasus tersebut, karena dianggap sudah melenceng dari fakta sebenarnya. Laporan Chalik Suang di kepolisian tentang tudingan penganiayaan oleh Mega, dinilai penuh dengan upaya pembalikan fakta.
   
Pengurus LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK), Rosmiati Sain, bersama lembaga lain yang tergabung dalam KA-KTP, mendesak agar Badan Kehormatan DPRD segera melakukan sidang kode etik terhadap legislator dari Partai Gerindra itu.
   
"Kami tidak main-main. Kami bahkan siap mengawal kasus ini hingga tuntas, agar tidak terjadi ketimpangan dalam pelaksanaan proses hukum. Kami tidak mau anggota DPRD seperti Chalik Suang, dengan semena-mena bertingkah dan dengan mudah memutarbalikkan fakta," jelas Rosmiati, Jumat, 20 September.
   
Dia menambahkan, luka memar di bawa mata kanan, pendarahan di hidung, hingga luka robek cukup menjadi bukti bahwa Mega benar-benar menjadi korban penganiayaan. Selain itu, ada banyak saksi yang melihat kejadian tersebut.
   
Direktur YLBHM, Adnan Buyung Aziz mengatakan, tindakan dan sikap yang ditunjukkan Chalik Suang, sangat disayangkan. Pasalnya, selain ada proses pembalikan fakta, kasus ini juga sarat akan tindakan konspirasi yang ditunggangi kuasa.
   
"Kami meminta kepolisian bertindak profesional, dan mengungkap fakta sebenarnya. Jangan ada yang ditutup-tutupi," umbar Adnan.
   
Adnan menilai, Chalik sudah melakukan tindakan penganiayaan berat, terlihat dari luka dan kondisi korban sedang hamil tiga bulan, yang saat ini statusnya berbalik menjadi terlapor. Pihaknya pun segera melayangkan laporan ke Komnas Perempuan terkait kasus ini.
   
"Kami juga mendesak kepolisian untuk serius dalam melakukan proses penyidikan kepada Chalik Suang. Kami kira, polisi bisa menggunakan pasal penganiayaan berat, merujuk dari luka dan fakta sebenarnya," lanjut Adnan.
   
Sementara itu, Mega yang didampingi suaminya, Diri Fabian Masengi, turut memberikan keterangan dalam konfrensi pers yang dilangsungkan di Warkop 17, Jalan Anggrek, Toddopuli Makassar.

Mega mengharapkan, kepolisian bisa melihat fakta dari kejadian sebenarnya. "Ada saksi yang melihat, bahkan dia sempat mengambil gambar saat peristiwa itu terjadi. Apa yang dilaporkan dan dituduhkan Chalik, sangat berbeda dengan kronologi sebenarnya," jelas Mega.
   
Terpisah, Wakasat Reskrim Polrestebes, Kompol Anwar menjelaskan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. "Kasusnya masih dalam proses, dalam waktu dekat kami akan beberkan hasilnya," jelas Anwar. (m06/asw)

 

sumber: fajar

LBH APIK Makasar
Apik dalam Pelayanan, Apik dalam Pengelolaan
Alamat: Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 12
(Perumahan Budi Daya Permai Blok D No. 3)
Makassar - Sulsel 90245
Telp. / Fax : (+62-411) 590147
e-mail : lbh_apikmks@yahoo.co.id

Galeri Photo

Launching Posko Paralegal
Launching Posko Paralegal
Buka Puasa Bersama
Buka Puasa Bersama
Buka Puasa Bersama
Buka Puasa Bersama
Launching Posko Paralegal
Launching Posko Paralegal
Buka Puasa Bersama
Buka Puasa Bersama
rapat pengurus3
rapat pengurus3
kunjunangan posko2
kunjunangan posko2
Launching Posko Paralegal
Launching Posko Paralegal
Penyusunan SOP
Penyusunan SOP
rapat pengurus5
rapat pengurus5
pertemuan rutin paralegal di komunitas
pertemuan rutin paralegal di komunitas
pertemuan rutin paralegal  support posko3
pertemuan rutin paralegal support posko3
Penyusunan SOP
Penyusunan SOP
Penyusunan SOP
Penyusunan SOP
Launching Posko Paralegal
Launching Posko Paralegal

Sistem Managemen Data Kasus

login