Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (KBH Apik) Makassar menyesalkan praktik `traffiking`(perdagangan)anak menyusul tertangkapnya tiga perempuan sindikat perdagangan anak dan satu diantaranya orang tua korban.

"Tidak ada alasan orang tua tidak memberikan perlindungan terhadap anaknya, sehingga sangat disayangkan ketika ada orang tua tega menjual anaknya, karena alasan ataupun persoalan himpitan ekonomi, " ucap Direktur LBH Apik Makassar Rosmiati Sain, Sabtu.

Menurut dia siapapun yang melakukan praktik trafficking atau perdagangan anak terlepas dari pelaku diketahui adalah orang tuanya sendiri harus tetap diproses hukum, karena perdagangan anak dalam Undang-undang Perlindungan Anak masuk kategori Perlindungan Khusus.

Disebutkan dalam Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 59 ancaman hukumannya penjara maksimal 15 tahun penjara.

"Selain itu didukung pada pasal 83 jelas dijabarkan apabila orang tua yang menjadi pelaku, maka akan ditambahkan hukuman setengah dari hukuman biasanya," ungkap dia.

Undang-undang tentang Perlindungan Anak pasal 76F jo, pasal 83 menyebutkan pelaku akan dijerat dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta.

Selain upaya penanganan, lanjutnya, LBH APIK Makassar terus melakukan sosialisasi sebagai upaya pencegahan supaya kasus perdagangan perempuan dan anak bisa diminimalisi atau dihentikan.

"Karena alasan kemiskinan, Pemerintah mesti bertanggungjawab dengan memberikan pemenuhan terhadap hak ekonomi masyarakat yang termasuk dalam kategori miskin, sehingga tidak ada orang tua menjual anaknya karena persoalan ekonomi," tandasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga wanita diduga pelaku perdagangan anak di Jalan Sungai Cerekang, Makassar, Sulsel dan berhasil mengagalkan transaski penjualan dua anak tersebut.

Diketahui tiga pelaku tersebut berinisial MRY (64) warga Jalan Sarappo Lr 20, LNY (65) warga Sungai Cerekang 18, dan HSN (34) warga Bungku, Morowali, Sulawesi Tengah.

Dari tangan mereka ditemukan dua anak korban perdagangan yakni laki-laki berusia dua bulan dan anak perempuan berusia tiga tahun. HSN merupakan ibu kandung dari dua anak tersebut yang hendak dijual seharga Rp75 juta per anak.

Ketika transaksi berlangsung dilakukan petugas yang menyamar sebagai pembeli, tim buru sergap langsung menyergap tiga pelaku wanita ini kemudian di gelandang ke Polsek Bontoala, selanjutnya atas perintah pimpinan polsek setempat dilimpahkan prosesnya ke Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

Saat ini tiga pelaku telah dinyatakan sebagai tersangka masih dalam proses pemeriksaan intensif serta menyelidiki peran masing-masing pelaku termasuk dilakukan pengembangan apakah mereka punya jaringan lain.

 

Sumber: antaranews

LBH APIK Makasar
Apik dalam Pelayanan, Apik dalam Pengelolaan
Alamat: Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 12
(Perumahan Budi Daya Permai Blok D No. 3)
Makassar - Sulsel 90245
Telp. / Fax : (+62-411) 590147
e-mail : lbh_apikmks@yahoo.co.id

Galeri Photo

Penyusunan SOP
Penyusunan SOP
Buka Puasa Bersama
Buka Puasa Bersama
Penyusunan SOP
Penyusunan SOP
pertemuan rutin paralegal  support posko2
pertemuan rutin paralegal support posko2
Buka Puasa Bersama
Buka Puasa Bersama
Launching Posko Paralegal
Launching Posko Paralegal
Buka Puasa Bersama
Buka Puasa Bersama
Penyusunan SOP
Penyusunan SOP
rapat pengurus5
rapat pengurus5
Buka Puasa Bersama
Buka Puasa Bersama
rapat pengurus4
rapat pengurus4
pertemuan rutin paralegal  support posko3
pertemuan rutin paralegal support posko3
advokasi kasus kekersan sexual di sel thnan2
advokasi kasus kekersan sexual di sel thnan2
rapat pengurus6
rapat pengurus6
posko paralegal  taman baca kec ujg tanah
posko paralegal taman baca kec ujg tanah

Sistem Managemen Data Kasus

login